Laxmii N Suchie's blog

Welcome to Laxmii N Suchie's blog

Sabtu, 20 November 2010

Akhlak Bunga Diri


Akhlak ialah bunga diri
Indah di lihat oleh mata
Senang di rasa oleh hati
Setiap orang jatuh hati

Akhlak nilai diri manusia
Modal hidup di mana mana
Ke mana pergi orang suka
Banyak kenalan murah rizki

Siapa yang berakhlak tinggi
Ke mana pergi orang suka
Ia di sukai dan dipercayai
Kawan banyak di mana mana

Orang yang tiada akhlak
Harta banyak tiada nilai nya
Wajah nya yang cantik hilang serinya
Berpangkat tinggi pun orang benci

Sebaik baik manusia
Yang tinggi akhlaknya
Karena di sukai Allah
Dan juga rosul-Nya
Di senangi manusia seluruhnya
Akhlak mulia ibarat bunga

Senin, 15 November 2010

Pembom Bunuh Diri Ledakkan Diri di Pasar Pakistan

Pembom Bunuh Diri Ledakkan Diri di Pasar Pakistan


Peshawar, (Analisa)
Seorang pelaku pemboman bunuh diri, Minggu (14/11) meledakkan dirinya di sebuah pasar yang sibuk di satu daerah suku di Pakistan Baratlaut, melukai sembilan orang, kata para pejabat.
Pemboman itu terjadi di desa Shakai di distrik Waziristan Selatan yang bergolak, yang terletak di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Sebuah sumber keamanan senior dan para petugas intelijen setempat membenarkan terjadinya insiden itu.
Pejabat pemerintah daerah suku Sajjad Ahmad mengatakan bahwa sembilan orang cedera di pasar lokal, yang penuh dengan pembelanja kambing dan sapi untuk hewan korban pada hari Idul Adha pada pekan ini.
Pakistan melancarkan serangan besar darat dan udara di Waziristan Selatan pada tahun lalu untuk membersihkan daerah itu dari kelompok Tehreek-e-Taliban (TTP), yang telah disalahkan pada beberapa aksi kekerasan terburuk di negara itu. (Ant/AFP)

Al Qaeda Bantah Berencana Lakukan Teror Saat Pelaksanaan Haji

Al Qaeda Bantah Berencana Lakukan Teror Saat Pelaksanaan Haji


Dubai, (Analisa)
Kelompok al Qaeda yang berbasis di Yaman, Minggu (14/11), menyangkal bahwa mereka akan melakukan aksi teror saat pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi setelah menteri negeri menyatakan hal tersebut kemungkinan terjadi.
Tepat sepekan lalu, al-Qaeda yang beroperasi di Jazirah Arab (AQAP) mengakui rencana pengiriman dua bom parsel ke Amerika Serikat (AS) yang telah menyiagakan keamanan global. Peledak tersebut ditemukan di Dubai dan Inggris sebelum kedua parsel tersebut dapat diledakkan menyusul informasi dari Arab Saudi.
"Kami menentang segala kejahatan terhadap ibadah haji. Haji merupakan pilar Islam dan kami tidak ingin untuk menumpahkan darah Muslim, dimanapun mereka berada. Mekkah merupakan tempat paling suci dari semua tempat," kata AQAP dalam pernyataannya dalam laman Internet yang biasa dipakai oleh para pejuang.
Pengumuman tersebut menyusul pernyataan pekan lalu oleh menteri dalam negeri Arab Saudi yang menyinggung al Qaeda berpotensi menyerang lebih dari dua juta Muslim yang yang akan memulai ibadah haji di Saudi Arabia hari Minggu.
Ketika ditanya apa al-Qaeda akan melakukan serangan pada ibadah haji atau memanfaatkan saat itu untuk mencoba mengirim pejuang dari Yaman memasuki wilayah kerajaan Saudi, Pangeran Nayef bin Abdulaziz mengatakan: "Kami tidak bisa mengabaikan kemungkinan tersebut tetapi kami akan siap untuk menggagalkannya."
Arab Saudi mencemaskan penyusupan dari perbatasan dengan Yaman sepanjang 1.500 kilometer dan terkenal sebagai jalur penyeludupan.
Kelompok sayap al-Qaeda cabang Yaman sebelumnya pernah mengatakan ingin menjatuhkan keluarga kerajaan Saudi. (Ant/Rtr)

Malaysia Didesak Hapus Larangan Berpolitik bagi Mahasiswa

Malaysia Didesak Hapus Larangan Berpolitik bagi Mahasiswa


Kuala Lumpur, (Analisa)
Menteri Hukum Malaysia, Minggu (14/11) mendesak pemerintah untuk menghapus pelarangan terhadap mahasiswa untuk ikut serta dalam politik.
Para mahasiswa Malaysia dilarang keterlibatannya dalam politik dan serikat perdagangan oleh undang-undang tahun 1971 -- undang-undang yang dicap oleh para kritikus sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan menghalangi kebebasan berekspresi.
Menteri Urusan Hukum di kantor Perdana Menteri Malaysia, Mohamed Nazri Abdul Aziz, mengatakan pada bahwa undang-undang tersebut sudah tidak relevan dengan masa kini dan mahasiswa harus diberikan ruang untuk mengembangkan pikiran dan gagasannya.
"Jika mereka sudah memiliki hak suara (dalam pemilu), mengapa mereka tidak boleh berkampanye dan mendukung partai yang mereka pilih? Situasi seperti itu sangat konyol," katanya.
"Saya setuju bila mereka tidak diperbolehkan berpolitik di kampus tapi hal itu tidak berarti mereka tidak boleh juga terlibat politik saat di luar kampus, kita benar-benar harus mengubah undang-undang itu," katanya.
Nazri, tokoh pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak yang seringkali berbicara di publik, mengatakan bahwa kabinet perlu berpikir ulang tentang undang-undang tersebut tapi belum dapat memastikan kapan hal itu akan berlangsung. (Ant/AFP)

Satu Hari Setelah Dibebaskan ; Suu Kyi Tuntut Pembicaraan Langsung dengan Junta

Satu Hari Setelah Dibebaskan ; Suu Kyi Tuntut Pembicaraan Langsung dengan Junta


Yangon, (Analisa).
 Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi mengacungkan spanduk setelah memberi keterangan pers pertama sejak ia dibebaskan dari tahanan rumah di Yangon, Myanmar, Minggu (14/11).
Pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, yang dibebaskan dari tujuh tahun tahanan rumah, menegaskan di depan ribuan pendukungnya menuntut berbicara langsung dengan pemimpin junta militer.
Dikelilingi pendukungnya yang bersorak sorai gegap gempita, Minggu (14/11), Suu Kyi mengatakan ia akan terus berjuang bagi hak azasi manusia (HAM) dan menyerukan bagi diadakan pembicaraan empat mata dengan pemimpin junta tersebut.
Suu Kyi berpidato di depan 5.000 orang yang memadati r kantor pusat partai politiknya yang tidak terpelihara, persinggahan pertama bagi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian setelah meninggalkan kediamannya di tepi danau yang menjadi tempat tahanannya.
"Saya meyakini akan HAM dan saya meyakini pemerintahan berdasarkan hukum. Saya senantiasa akan berjuang bagi hal-hal ini," katanya. "Saya ingin bekerjasama dengan semua kekuatan demokratik dan saya memerlukan dukungan rakyat."
Suu Kyi, 65 tahun menjelaskan kepada para wartawan pesannya kepada pemimpin junta Jenderal Than Shwe adalah, " Mari berbicara satu sama lainnya langsung." Kedua pemimpin itu terakhir bertemu dalam pembicaraan rahasia pada 2002 atas dorongan PBB.
"Saya berjuang demi rekonsiliasi nasional. Saya berjuang demi dialog. Apapun wewenang yang saya miliki, saya akan menggunakannya hingga akhir. Saya berharap rakyat akan mendukung saya," katanya.
Ikon demokrasi Myanmar itu dibebaskan dari tahanan rumahnya hari Sabtu (13/11), saat para pendukungnya menunggu di luar rumahnya berharap akan kemunculan idola mereka.
Kerumunan pendukung bersorak dan mulai bergerak maju ketika polisi mulai memindahkan barikade di sekitar rumah tahanannya tempat ia dipenjarakan oleh junta militer selama hampir dua dekade terakhir.
Pejabat yang berwenang masuk ke rumah untuk membacakan perintah pembebasannya dari tahanan rumah, kata seorang pejabat pemerintah.
"Ia bebas sekarang," kata pejabat yang tidak ingin namanya diungkapkan.
Lebih dari 1.000 orang berkumpul di luar rumah tersebut, berharap dapat melihat pemimpin berusia 65 tahun yang dipanggil oleh para pendukungnya sebagai "The Lady".
Meski ia telah disingkirkan dan dibungkam oleh junta -- dan pernah dibebaskan selama beberapa saat untuk akhirnya kembali ditahan-- bagi banyak warga di negara miskin tersebut, Suu Kyi masih menjadi lambang harapan masa depan yang lebih baik.
Meski berisiko untuk menentang rezim militer yang berkuasa di negara yang memiliki lebih dari 2.200 tahanan politik tersebut, banyak pendukungnya mengenakan kaos bergambar wajahnya dan bertuliskan "Kami mendukung Aung San Suu Kyi."
Polisi dalam penyamaran mendokumentasikan dan memfilmkan kerumunan massa itu.
Pejuang paling terkenal di Myanmar tersebut telah menjalani tahanan rumah sejak 2003.
Penahanannya diperpanjang tahun lalu setelah insiden ganjil saat seorang laki-laki berkebangsaan Amerika berenang ke rumah tepi danaunya, menimbulkan kecaman internasional dan membuatnya tidak dapat mengikuti pemilu pertama dalam 20 tahun terakhir.
Lambang demokrasi tersebut memimpin kemenangan partainya dalam pemilu dua dasawarsa lalu namun tidak pernah dibolehkan untuk menduduki kekuasaan. (AP/hr/Ant/AFP)

Hikmah Qurban dan Aqiqah dalam Keluarga Muslim

Hikmah Qurban dan Aqiqah dalam Keluarga Muslim


• Oleh : Drs. H. Hasan Maksum Nasution, S.Pd.I, S.H

Melaksanakan ibadah penyembelihan qurban dan aqiqah adalah perbuatan yang bernilai ibadah, terpuji dan mulia. Ibadah ini, selain mendatangkan pahala bagi pelakunya, juga berdampak baik bagi masyarakat di sekitarnya. Oleh karenanya bagi orang yang telah mampu sangat dianjurkan untuk segera melaksanakannya.

Berqurban dapat memberi kebahagiaan kepada orang lain yang kehidupan ekonominya lemah, yang setiap hari selalu mendapatkan kesusahan serta kekurangan dan keterbatasan. Qurban dan aqiqah juga merupakan simbol pengorbanan dari seorang hamba kepada Khaliknya.

Jadi apabila seseorang melaksanakan ibadah qurban, berarti cerminan peningkatan nilai-nilai ‘ubudiyahnya. Pengorbanan itu hendaknya berhenti pada simbol semata, tetapi dapat diwujudkan dan tercermin di alam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Qurban dan Hukumnya

Berqurban adalah menyembelih hewan ternak pada hari raya Naha (Idul Adha) dan hari-hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, dengan niat semata-mata hanya untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik Allah SWT.

Adapun binatang-binatang yang dibolehkan untuk berqurban adalah binatang ternak seperti kambing, biri-biri, sapi, kerbau dan unta berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Dari Anas RA. ia berkata: Nabi Muhammad SAW, pernah berqurban dengan dua ekor kambing kibasy yang berternak gemuk-gemuk dan bertanduk.” (HR. Bukhari Muslim).

“Dari Aisyah RA. ia berkata: Ketika kami berada di Mina, didatangkanlah kepadaku sejumlah daging sapi, maka aku bertanya, daging apakah ini? Orang yang membawa daging itu menjawab: Rasulullah SAW telah berqurban untuk istri-istri beliau dengan seekor sapi.” (HR. Muslim).

Adapun sifat binatang qurban yang harus terpenuhi adalah: Pertama: Binatang tersebut harus bagus tanduknya dan tidak patah. Kedua: Tidak sobek telinganya, tidak ompong gigi depan, tidak putus ekornya dan tidak dalam keadaan hamil. Ketiga: Tidak sakit-sakitan dan tidak mempunyai ciri yang nyata seperti buta, pincang, terlalu tua, berdasarkan hadis Nabi SAW: “Dari Baara bin Azib berkata: Nabi SAW berada di antara kami dan bersabda: “Empat jenis (binatang qurban) yang tidak akan (pahala), yaitu buta yang nyata butanya, sakit yang nyata sakitnya, pincang yang nyata pincangnya dan bertulang yang tidak mempunyai sumsum”. (HR. Imam Ahmad dan Iman yang empat).

Adapun mengenai umur binatang yang boleh untuk qurban, jenis unta, harus berumur 5 (lima) tahun, jenis sapi atau kerbau minimal harus 2 (dua) tahun, jenis kambing minimal dua tahun dan jenis domba atau biri-biri minimal harus sudah berumur satu tahun atau telah berganti gigi serinya.

Berkenaan dengan binatang, disebutkan dalam hadis Nabi SAW: “Dari Jabir RA. berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Janganlah kamu sembelih qurban kecuali musinah (binatang yang telah berganti gigi serinya) kecuali kamu kesulitan untuk mendapatkannya, maka sembelihlah jidaz’ah (kambing yang telah berumur 1 (satu) tahun dari kambing).” (HR. Muslim). Berqurban hukumnya sunnah muakkad bagi orang Islam yang mampu dan berkecukupan.

Adapun waktu pelaksanaan qurban diperbolehkan melaksanakan penyembelihan hanya dibatasi 4 (empat) hari tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dimulai sesudah shalat Idul Adha dan berakhir sampai dengan terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah, didasarkan hadis “Barangsiapa qurban sebelum shalat Idul Adha, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri dan barangsiapa menyembelih qurban sesudah shalat Idul Adha dan dua khutbah maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadah dan ia telah menjalankan aturan Islam”. (HR. Bukhari).

Adapun daging qurban halal dimakan atau dimiliki oleh yang empunya qurban, paling banyak sepertiganya, akan tetapi daging qurban wajib, seperti qurban nazar, haram dimakan oleh yang empunya sekedar untuk sekali makan, selebihnya disedekahkan kepada fakir miskin dalam keadaan mentah, diutamakan fakir miskin dari keluarga, fakir miskin yang menjadi jiran tetangga dan tidak boleh kepada fakir miskin yang tidak beragama Islam dan sunnah dimakan jantung hatinya, daging dan kulit hewan qurban dilarang diperjual belikan, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menjual kulit qurbannya, maka tidak ada qurban baginya.” (HR. Al-Hakim). Dan tidak boleh diberikan kepada penyembelih sebagai upahnya.

Pengertian Aqiqah dan Hukumnya

Aqiqah adalah menyembelih binatang pada hari ketujuh dari kelahiran anak, dibarengi dengan pemberian nama dan pemotongan rambut anak tersebut. Hadis Samurah, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya. Aqiqah itu disembelih untuk bayi pada hari ketujuh (dari kelahirannya) dan dicukur rambutnya.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Hadis lain, bahwa Nabi SAW ditanya tentang aqiqah, beliau menjawab: “Barangsiapa yang mempunyai anak lalu ingin menyembelih aqiqah untuk anaknya, maka lakukanlah.” (HR. Abu Dawud dan Nasai).

Hewan Aqiqah

Menurut jumhur ulama, hewan aqiqah sama dengan hewan qurban. Menurut jumhur ulama unta lebih baik daripada sapi, sapi lebih baik daripada kambing. Hadis Ibnu Abbas: “Bahwa Rasulullah SAW menyembelih aqiqah untuk Hasan dan Husein, masing-masing satu ekor kambing kibas.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadis riwayat Abu Dawud: “Aqiqah untuk seorang anak perempuan adalah seekor kambing dan untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing. (HR. Ahmad).

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Sekalipun pelaksanaan aqiqah itu dapat diselenggarakan kapan saja, dalam arti sejak anak itu dilahirkan sampai meninggal dunia, akan tetapi waktu yang terbaik sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah pada hari ketujuh, keempat belas atau hari kedua puluh satu.

Hal ini didasarkan kepada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi: “Dari Abdillah bin Buraidah dari ayahnya, sesungguhnya Nabi telah bersabda: “Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh atau keempat belas atau hari kedua puluh satu (Ditarjih oleh Imam Baihaqi).

Hikmah Disyariatkan Aqiqah

Hikmah disyariatkan aqiqah, merupakan perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT. Atas kehadiran seorang anak dan keselamatannya mulai masih dalam kandungan sampai lahir, diharapkan akan menambah erat jalinan kasih dan tumbuh subur sikap hormat seorang anak kepada orang tuanya, dengan menyantap bersama daging aqiqah diharapkan akan terjalin hubungan akrab antara keluarga dan tetangga, membagi kebahagiaan kepada fakir miskin dan simbol kasih sayang dan pengorbanan dari orang tua terhadap anaknya. Adapun hukumnya sunnah muakkad bagi orang tua yang dianugerahi anak.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa umat Islam berdiri paling depan dalam hal melarang dan mencegah pengurbanan manusia dan umat Islam diperintahkan supaya menyembelih kambing, lembu dan unta pada musim haji sebagai hadiah dan dagingnya disedekahkan kepada fakir miskin.
* Penulis adalah Dosen STAI SUMATERA, STAI HUKUM AL-HIKMAH, dan AKPER DR. RUSDI MEDAN
 

Hajar: Kegigihan Seorang Ibu

Hajar: Kegigihan Seorang Ibu


oleh : H. Ali Murthado

Setelah melaksanakan thawaf di Ka’bah, lalu melaksanakan salat di sekitar maqam Ibrahim, kita diharuskan pergi ke Mas’a, yakni jalan antara bukit Shafa dan Marwah (panjangnya sekitar 1/4 mil).

Lari-lari kecillah di antara dua bukit ini sebanyak tujuh kali di mulai dari bukit Shafa dan pada saat berada di bagian yang tingginya sama dengan Ka’bah engkau harus melakukan harwalah (bergegas dengan gerakan yang lebih cepat) selanjutnya berjalan seperti biasa ke bukit Marwah.

Ritual inilah yang disebut Sa’i, ia merupakan sebuah pencarian, ia merupakan gerakan yang bukan tidak mempunyai tujuan. Tetapi ini merupakan bentuk sebuah keinginan yang harus dicapai lewat sebuah aktivitas.

Sa’i ini adalah bentuk keikhlasan dari Siti Hajar untuk mencari air bagi anaknya Ismail yang menangis karena kehausan. Betapa Allah memuliakan kaum hawa dengan simbol Hajar, di mana proses pencarian air untuk anaknya Ismail dijadikan dari ritual haji.

Dalam hal ini, Allah tidak membedakan status, siapa sebenarnya Hajar, yang merupakan salah satu budak hitam. Allah tidak memadang seseorang dari segi ras, kedudukan ataupun keindahan bentuk seseorang, Allah hanya ‘memuliakan’ orang-orang yang tunduk dan patuh hanya kepada-Nya.

Dengan segala kesabaran, Hajar menciptakan simbol ibu-ibu yang begitu sabar mendapatkan ujian. Hajar bukanlah orang yang tidak tahu bahwa negeri yang ia diami ini adalah negeri yang penuh dengan tantangan. Ia ditinggalkan Ibrahim bersama anaknya Ismail, untuk hidup. Ibrahim bukanlah bapak yang tega meninggalkan istrinya Hajar bersama anaknya Ismail untuk tinggal di sebuah gurun yang tidak ada seseorangpun yang tinggal di daerah tersebut.

Namun, hal ini adalah setting yang sudah dari awal menjadi skenario yang harus dijalankan oleh Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar. Hajar merupakan simbol wanita atau ibu-ibu yang tidak harus mengeluh karena ditinggalkan oleh suami-suaminya. Ia adalah simbol wanita yang tegar dan sabar dalam menghadapi semua ujian yang diberikan Allah kepadanya.

Bayangkan bagaimana pengorbanan Hajar ketika Ismail menangis karena kehausan. Hajar lalu melihat ke arah Mas’a, ia berlari ke sana ke bukit Shafa yang lebih tinggi dengan harapan untuk melihat apakah ada air ada di sekitar lembah tersebut. Lalu ia berlari menuju bukit Marwah, sama dengan yang tadi ia juga mencoba mencari mata air, karena ia masih mendengar anaknya Ismail menangis kehausan.

Cinta kasih seorang ibu kepada anaknya, melebihi dari cinta kasih kepada dirinya sendiri. Ia merasakan kehausan, tetapi kehausannya tidak ia pedulikan asalkan anaknya Ismail tidak menangis lagi. Hajar lagi-lagi merupakan simbol keinginan untuk ‘menyelamatkan anaknya’. Apapun ia lakukan, tanpa memikirkan kondisi dirinya sendiri. Tapi ia tetap istiqomah berjalan dengan ketentuan Allah.

Banyak sekarang ibu-ibu demi anaknya, menjual dirinya. Ia rela merendahkan dirinya untuk melakukan perbuatan maksiat. Ia tidak sabar dengan ujian dari Allah, maka dengan jalan pintas ia melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak ia kerjakan.

Dengan dalih untuk memberi makan anak-anaknya, seorang ibu rela menjual dirinya. Jelas dari sisi niat ia berada pada posisi yang benar yaitu ingin menyelamatkan anak-anaknya. Tetapi dari segi perbuatan jelas salah.

Memberi makan anak-anak dengan hal-hal yang diharamkan Allah akan memberi dampak yang tidak baik terutama kepada diri ibu itu sendiri dan anak-anaknya. Masih banyak jalan alternatif yang bisa dilakukan. Seperti yang dilakukan Siti Hajar. Ia berusaha mencari  ‘air kehidupan’ untuk anaknya Ismail. Semua cara ia lakukan, tidak hanya lewat perkataan (doa) kepada Allah, tetapi ia juga melakukan aksi, mengimplementasikan keinginannya mencari ‘mata air kehidupan’ itu dengan berusaha keras.

Peluh yang membasahi sekujur tubuhnya membuktikan bahwa Hajar telah melakukan upaya-upaya untuk mencari mata air kehidupan itu. Allah nampaknya begitu mengasihi Hajar dan anaknya Ismail. Air mata kehidupan yang dicari Hajar rupanya tidak begitu jauh dari Ismail itu sendiri. Setiap hentakan kaki kecilnya ketika menangis ke bumi ‘menciptakan’ sebuah lorong-lorong untuk menyalurkan mata air kehidupan itu.

Mata air kehidupan itu memancar dari celah-celah kaki kecilnya tersebut, tersemburlah zam-zam. Kalaulah Hajar mengetahui skenario awal ini, tentu ia tidak akan bersusah payah untuk melakukan pencarian mata air kehidupan tersebut. Namun Allah Maha Tahu dengan segala apa yang dikehendaki-Nya.

Hajar adalah profil seorang ibu, yang tidak ingin duduk termangu, menyesali kehidupan yang harus ia jalani sendiri, untuk tinggal di gurun pasir yang tandus itu. Ia bangkit, berusaha berlari mencari mata air kehidupan, karena baginya walaupun ada sesuatu yang telah digariskan Allah, tetapi jika tidak diusahakan maka mata air kehidupan itu tidak akan muncul.

Ya Sa’i merupakan pencarian, usaha, bergerak dari satu posisi ke posisi lain. Berlari mengejar cita-cita dengan tidak melupakan jati diri sebagai hamba, sehingga terus berdoa dan berdoa, dengan harapa apa yang kita cari, usahakan dapat dikabulkan Allah.

Sa’i bukan bentuk pencarian yang sia-sia, tapi ia merupakan sebuah proses untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Mari kita bersa’i bersama Hajar, berlari-lari kecil mencari jati diri sebagai seorang hamba, berlari-lari kecil  menuju kepada ridho-Nya.
 

Malu dan Takutlah kepada Allah

Malu dan Takutlah kepada Allah


• Oleh : Sofyan, S. Ag

Malu adalah sebahagian dari iman “al-haya’u minal  iman”. Hanya mereka yang beriman tertanam dalam dirinya perasaan malu. Malu berbuat maksiat seperti korupsi, mencuri, memanipulasi, malu melakukan perzinahan, pornografi atau pornoaksi dan malu melanggar hukum-hukum Tuhan, hukum negara atau norma-norma yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Dan hanya orang-orang berimanlah yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT Penguasa jagat raya. Takut melanggar larangan-larangan Tuhan dan takut akan siksaan pedih yang akan diterimanya kelak.

Rasa takut seorang hamba terhadap Tuhannya diimplementasikan dengan cara mengagungkan Allah SWT, memahami kedudukan Allah sebagai penguasa alam semesta serta meyakini bahwa Dia berkuasa atas makhluk ciptaan-Nya. Diantara hamba Tuhan yang takut pada ilahi adalah “ulama”, masdar dari kata ‘alim diartikan dengan orang-orang berilmu atau mengetahui.

Para ulama yang benar-benar konsisten terhadap profesinya sebagai alim adalah orang-orang yang ikhlas melaksanakan perintah Tuhan sehingga digelar sebagai “pewaris para Nabi”, mereka merupakan pribadi yang dengan ilmunya mengetahui akan kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Karena dihiasi dengan perasaan malu dan takut kepada pemilik dunia dan penguasa akhirat prilaku sehari-hari yang ditunjukkan selalu baik, menjadi tauladan bagi masyarakat, senantiasa mawas diri, bersikap wara’ serta berhati-hati untuk tidak melanggar aturan-aturan ilahi.

Karakter Manusia

Allah jadikan manusia dengan dua karakter berbeda, ada yang tawadhu’, baik, patuh menjalankan perintah Tuhan dan takut melanggar larangan-Nya. Ada juga karakter manusia sombong yang sedikitpun tidak memiliki perasaan malu dan takut kepada Allah sehingga dengan bangga bebas melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan, tanpa sedikitpun merasa malu dan takut mendapatkan siksaan pedih kelak di akhirat. Begitu banyak maksiat dan larangan Tuhan yang dilanggar manusia, antara lain:

* Berzina atau melakukan pergaulan bebas
Betapa banyak diantara anak Adam melakukan perbuatan zina dan pergaulan bebas, para pemuda dan pemudi yang dimabuk asmara melakukan adegan ciuman, berpelukan di depan umum sampai melakukan hubungan badan tanpa malu. Pejabat-pejabat kelebihan uang atau lelaki hidung belang yang beruang tidak sulit “jajan” memenuhi nafsu syahwat, tinggal memilih mangsa dengan sesuka hati dan bebas melakukan dimana saja.

Ada lagi yang menjadikan seks sebagai mata pencaharian seperti dilakukan para wanita susila, bahkan banyak diantara mereka sanggup membangun rumah, membeli kendaraan dan berbagai kebutuhan hidup dari hasil melacurkan diri. Patut kita sayangkan justru akhir-akhir ini perzinahan telah banyak dilakukan para pelajar, mahasiswa calon intelektual penerus estafet generasi masa depan.

Maraknya situs-situs porno di internet atau mereka dapatkan dari HP ke HP menambah bobroknya mental generasi muda. Perzinahan dan hidup layaknya suami istri mereka lakukan tanpa sedikitpun merasa malu dan takut kepada Allah. Akibatnya Allah menurunkan penyakit kutukan, mematikan yang sudah banyak menelan korban jiwa, merenggut kematian dan belum ada obatnya yaitu AIDS dan HIV.

* Memakan riba dan uang haram
Rasulullah SAW mengingatkan kita, “Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih baik baginya” (HR. Tabrani dan Ibnu Hibban). Beliau jauh-jauh hari sudah mengingatkan jangan memakan harta riba dan mencari uang dengan cara batil yang diharamkan, cari dan makanlah dengan cara yang halal.

Tetapi kalau kita lihat fenomena di tengah-tengah masyarakat ada yang merasa pesimis mendapatkan harta dengan halal, apa kata mereka, “Jangankan mencari yang halal, yang haram saja sulit”. Ungkapan ini mungkin ada benarnya, apalagi kondisi perekonomian saat ini sangat sulit, sudahlah lapangan pekerjaan sempit, uang tidak ada, anak banyak, istri perlu biaya buat kebutuhan sehari-hari, solusinya mungkin dengan cara menipu, mencuri, merampok dan lain sebagainya.

Orang tidak takut dan tidak malu memakan harta yang diperoleh dengan cara yang diharamkan. Seolah-olah memakan harta riba, melakukan pekerjaan haram adalah hal biasa, bahkan ironinya sanggup menghalalkan apa yang diharamkan Tuhan. Tidaklah mengherankan jika mengkonsumsi barang haram menjadi sarapan sehari-hari, yang dilakukan tanpa rasa takut dan malu.

* Enggan menjaga lisan
“Mulutmu adalah harimaumu”, pepatah ini mengingatkan kita agar berhati-hati menggunakan lisan. Banyak orang celaka dan teraniaya karena lisan dan ucapan yang tidak terjaga. Sebaliknya banyak juga manusia selamat dan bahagia karena ucapan baik serta nasehat-nasehat yang berharga. Dalam sehari semalam barangkali ribuan kata keluar melalui bibir dan lidah yang tidak bertulang ini.

Kadangkala kata-kata tidak sopan, menyakitkan orang lain, mengadu domba sesama, menghina, mencaci maki, mengolok-olok, menggibah, dusta dan berbagai kata yang tidak sepantasnya keluar dari mulut kita. Namun banyak juga diantara manusia dimana ribuan kata-kata mulia, nasehat-nasehat menyejukkan hati dan mententramkan jiwa keluar dari bibirnya.

Saudaraku, berfikirlah sebelum berkata dan berbuat. Jangan sampai perkataan dan perbuatan kita menganiaya, menzalimi dan menyakiti orang lain. Berkatalah yang baik dan benar, jika tidak sanggup maka lebih baik diam, “asumtu hikmatun waqalilu fa’iluhu” (diam itu emas tetapi sedikit sekali yang melakukannya).

* Enggan menundukkan pandangan
Allah SWT telah memerintahkan para wanita dan lelaki beriman agar menjaga penglihatan, menundukkan pandangan tidak jelalatan memandang pemandangan yang diharamkan Tuhan kesana kemari. Memang sulit menjaga pandangan dari sesuatu yang diharamkan karena kondisi saat ini zaman sudah edan, dimana-mana kita lihat para wanita memakai pakaian ketat, seksi sehingga tampaklah keindahan dan kemolekan tubuh yang seharusnya dibungkus rapat dengan jilbab dan jubah panjang.

Mereka berjalan melenggok dan meliuk-liukkan tubuh di hadapan para lelaki tanpa ada rasa malu, segan, bahkan kadangkala ada unsur kesengajaan. Gambar-gambar porno di majalah-majalah, internet, televisi dan media begitu banyak menyebar, dan sengaja dilihat. Seolah-olah sebahagian orang memandang bahwa melihat hal-hal demikian sudah biasa dan tidak dianggap tabu apalagi berdosa, bahkan sudah merupakan bagian dari kehidupan di zaman modern.

Makanya konsep Islam mengajarkan bahwa melihat sesuatu yang haram tanpa sengaja sekali saja masih dimaafkan, tetapi kalau sudah menjadi rutinitas alias ketagihan itu diharamkan. Masih banyak lagi jenis pelanggaran yang dilakukan manusia tanpa dapat termaktub semuanya.

Saudaraku waspada dan berhati-hatilah menjalani hidup ini, apapun perbuatan kita selalu diawasi ekstra ketat oleh waskat (pengawasan malaikat) yang selalu hadir mencatat amal baik, buruk di kanan dan kiri kita. Semoga Allah jadikan kita hamba yang selamat, bahagia di dunia dan akhirat. Wallahua’lam.

* Penulis adalah Pembimbing Rohani di Pusat Rehabilitasi Narkoba al-Insyaf Departemen Sosial Sumatera Utara, mahasiswa S2 IAIN Medan, pengajar di pesantren Darularafah Raya dan dosen STAIDA

Minggu, 14 November 2010

Aktivitas Anak Gunung Krakatau Terus Meningkat

Aktivitas Anak Gunung Krakatau Terus Meningkat  

Agus Faisal Karim

13/11/2010 10:39
Liputan6.com, Serang: Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan peningkatan. Dalam dua hari terakhir, jumlah kegempaan mencapai lebih dari 800 kali per hari. Selain itu, dalam setiap jamnya gunung berapi itu mengeluarkan lava pijar dan material vulkanik.

Berdasarkan pengamatan petugas Pos Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Serang, Banten, aktivitas kegempaan masih terbilang normal meski 800 kali gempa terjadi dalam sehari, Sabtu (13/11). Padahal pada pekan lalu, kegempaan berkisar 400 hingga 700 kali.

Selain itu, intensitas semburan lava pijar dan material vulkanik dari kawah Gunung Anak Krakatau juga terus meningkat. Berdasarkan hasil pencatatan Seismograf, setiap jamnya gunung mengeluarkan lava pijar dan material vulkanik lainnya ke berbagai arah. Untuk itu, petugas Pos Pemantau masih melarang aktivitas pada radius dua kilometer dari gunung. (MEL)

Pemerintah Akui Ada Keterlambatan 12 Jam Penanganan Mentawai


Pemerintah Akui Ada Keterlambatan 12 Jam Penanganan Mentawai

Sosbud / Sabtu, 30 Oktober 2010 13:28 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam Andi Arief mengakui ada keterlambangan penanganan tanggap darurat bencana tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat, karena kesimpangsiuran informasi.

"Kita tidak memperkirakan akan ada tsunami setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter. Bahkan pada pagi hari itu, kami baru tahu ada tsunami dari media online," kata Andi Arief pada diskusi Penanggulangan Bencana di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/10).

Andi Arief menjelaskan, keterlambatan penanganan tanggap darurat di Mentawai sektar 12 jam pertama terjadi karena pesawat helikopter yang tersedia untuk menjangkau lokasi bencana di Kepulauan Mentawai sangat terbatas.

Menurut Andi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Barat menghubungi dirinya melalui telepon seluler menyatakan kekurangan helikopter untuk menjangkau lokasi bencana di Mentawai. "Menurut petugas BPBD yang menghubungi saya, untuk menjangkau lokasi bencana di Mentawai harus menggunakan helikopter tidak bisa dijangkau menggunakan kapal laut," kata Andi.

Karena itu, kata Andi, pemerintah kehilangan waktu sekitar 12 jam untuk mencari pesawat helikopter yang bisa digunakan ke Mentawai. Menurut Andi, sebetulnya banyak helikopter, yakni milik TNI, Polri, dan satuan reaksi cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tapi helikopter baru bisa digunakan pada Rabu (27/10) pagi setelah dilakukan rapat koordinasi di rumah dinas Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Selasa (26/10) malam sehari sebelumnya.(Ant/DOR)

Anak-Anak Korban Tsunami Mentawai Trauma Berat


Anak-Anak Korban Tsunami Mentawai Trauma Berat

Nusantara / Jumat, 29 Oktober 2010 21:45 WIB
Metrotvnews.com, Mentawai: Empat hari sudah bencana gempa 7,2 skala Richter dan gelombang tsunami terjadi di Mentawai, Sumatra Barat. Anak-anak pengungsi korban bencana ini masih sangat trauma.

"Anak-anak kami sangat trauma dan takut sekali untuk melihat ke laut, karena mengingat peristiwa yang terjadi pada Senin malam," kata petugas Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Sikakap, Mentawai, Arnalia, Jumat (29/10) malam.

Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar pada Senin malam. Korban tewas 408 orang dan korban hilang 303 orang. Bencana ini juga mengakibatkan 270 orang luka berat dan luka ringan 142 orang.

"Anak-anak di pengungsian terlihat trauma berat, bahkan ada yang sewaktu-waktu menjerit-jerit tanpa ada penyebabnya," katanya.

Kondisi itu terjadi bukan saja bagi anak-anak yang masih berada di pengungsian dekat perkampungannya, tetapi juga dialami korban gempa dan tsunami yang sudah dievakuasi ke posko kesehatan di Sikakap.

Ibu-ibu yang masih sempat histeris dan pingsan sampai hari keempat pascagempa dan tsunami itu, karena tak kuasa ditinggal anak dan suaminya yang meninggal akibat gelombang tsunami.

Saat ini kebutuhan yang mendesak bagi korban gempa di pengungsian, yakni tenda, obat-obatan, selimut dan pakaian belita, pakaian dalam wanita serta makanan bayi.

"Bantuan logistik memang sudah ada yang masuk, tetapi masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para pengungsi dan korban bencana tsunami," katanya.(MI/BEY)

Pakar Tsunami Jepang akan Kunjungi Mentawai

Pakar Tsunami Jepang akan Kunjungi Mentawai

Nusantara / Jumat, 5 November 2010 09:16 WIB
Metrotvnews.com, Padang: Sembilan pakar gempa dan tsunami asal Jepang akan berangkat ke Mentawai, Sumatera Barat untuk melakukan penelitian kondisi Kepulauan Mentawai setelah diguncang gempa 7,2 SR disertai tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 12 meter.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, di Padang, Kamis,  mengatakan, kedatangan sembilan pakar gempa dan tsunami setelah mendapatkan rekomendasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad seusai melakukan kunjungan ke Mentawai Rabu (3/11).

Pengkajian yang  dilakukan selama lima hari, kata Yosmeri, akan dimanfaatkan oleh pakar Jepang  untuk meneliti kondisi Kepulauan Mentawai, apakah menimbulkan kenaikan daratan dari pada laut atau sebaliknya. Kesembilan rombongan peneliti tersebut, katanya, akan didampingi oleh Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil , Soebandono.

Dimana, katanya, kesembilan peneliti tersebut terdiri dari  Prof. Hideo Matsunomi, Dr. Kenji Harada, Dr. Tomita, Dr. Arikawa, Dr.Kumagai, Dr. Yuchi Migimato, Dr. Megummi Sigimato, Dr.Atsusi Kosewara. Yosmeri mengatakan, ke sembilan ilmuan tersebut  diberangkatkan menggunakan kapal Hiu Macan milik Kementrian Kelautan dan Perikanan pada Kamis(4/11) langsung menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sementara itu, kapal Hiu Macan yang dikirim oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan guna melakukan evakuasi logistik dan relawan yang masih menumpuk di posko penanggulangan bencana. Ia mengatakan, kapal Hiu Macan yang dikirim oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan sebanyak tiga kapal dan satu kapal telah sampai di Mentawai. (Ant/ICH)

Belasan Jenazah Lagi Ditemukan di Mentawai

Belasan Jenazah Lagi Ditemukan di Mentawai

Nusantara / Jumat, 12 November 2010 22:22 WIB
Metrotvnews.com, Mentawai: Pencarian korban tewas akibat gempa dan gelombang Tsunami di Mentawai, Sumatra Barat, telah dihentikan. Namun, korban meninggal masih juga ditemukan. Jumat (12/11) ini 13 jenazah lagi ditemukan warga sekitar. Jadi total korban tewas menjadi 461 orang.

Menurut Koordinator Posko Tanggap Darurat BPBD Mentawai Paulinus Sabelep, 13 jenazah yang sudah sulit dikenali itu ditemukan oleh warga di Dusun Eruk Pasaboat dan dusun Puroarougat, Desa Malakopak Pagai Selasan.

"Ada 10 jenazah yang sudah ditemukan warga Dusun Eruk Pasaboat, dan 3 jenazah lagi ditemukan warga Puroaroagat," katanya.

Jenazah-jenazah tersebut sudah sulit dikenali sehingga langsung dimakamkan oleh warga setempat. Menurut Paulinus, dengan ditemukannya 13 jenazah itu, maka hingga kini warga yang masih belum ditemukan sebanyak 43 orang.

Ia mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan identifikasi korban meninggal secara lengkap, karena masih perlu adanya koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Sementara, korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit darurat dan Puskesmas Sikakap hanya tinggal 14 orang dengan keadaan luka berat.

"Di Puskesmas Sikakap masih ada 14 pasien luka berat, pasien dengan luka ringan tidak ada. Dan ada sebanyak 13 korban luka-luka telah kita rujuk ke rumah Sakit M. Djamil Padang," katanya.

Selain itu, lanjut Paulinus, sebanyak 7.830 orang masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.

Data terkini, korban tewas sebanyak 461 orang, korban hilang 43 orang, Luka berat 14 orang. Sedangkan rumah usak berat, 554 unit dan rusak ringan 216 unit.(Ant/BEY)

Padang Miliki 7 Jalur Evakuasi Tsunami


Padang Miliki 7 Jalur Evakuasi Tsunami

Nusantara / Minggu, 14 November 2010 00:01 WIB
Metrotvnews.com, Padang: Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, telah menyiapkan tujuh jalur evakuasi tsunami. Itu bentuk kesiapsiagaan dan upaya dini pemerintah demi menekan korban jiwa bencana alam.

"Ketujuh jalur evakuasi tsunami itu di antaranya tersebar di Jalan Alai By Pass, Kurao Pagang, Andalas, Dr Sutomo, dan Lubuk Buayo," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Dedi Henidal di Padang, Sabtu (13/11).

Diterangkan Dedi, persiapan dilakukan bertahap. Alasannya, daerah itu termasuk rawan gempa dan tsunami. Kendati jalur tersebut belum optimal, sebagian sudah bisa dimanfaatkan. Titik evakuasi pada dataran tinggi juga sudah disiapkan. Di Ibu Kota, lokasi tersebar di sebelas kecamatan.

"Di samping menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung seperti MCK dan jaringan listrik yang siap bongkar pasang, seluruh warga juga terus digencarkan untuk membantu berbagai persiapan lainnya," jelas Dedi.

Selain itu, kini tempat evakuasi lebih diarahkan vertikal pada sejumlah gedung penyelamatan (building escape) nan tinggi dan kokoh. Itu berupa tempat evakuasi horizontal di dataran tinggi. Karenanya juga dibangun sejumlah shelter di beberapa tempat, khususnya di permukiman penduduk berdekatan dengan pantai.

Misalnya, kata Dedi, di Universitas Negeri Padang; SMP 25 Padang;  SD 22, dan SD 23 Padang. Jika terjadi tsunami masyarakat bisa segera menyelamatkan diri ke gedung-gedung tersebut. (Ant/*****)

Warga Anyer Dikagetkan Suara Keras dari Krakatau

Warga Anyer Dikagetkan Suara Keras dari Krakatau

Nusantara / Minggu, 14 November 2010 06:15 WIB
Metrotvnews.com, Serang: Ratusan warga Anyer, Serang, Banten, dini hari tadi, dikejutkan suara letusan keras dari Gunung Anak Krakatau (GAK). Suara menggelegar terdengar sebanyak tiga kali.

"Warga sangat yakin, kalau letusan itu dari Gunung Anak Krakatau, dan saya dengar sendiri letusan itu sebanyak tiga kali," kata Mumut, warga Cikoneng, Anyer.

Dia menjelaskan, letusan keras pertama kali terdengar sekitar pukul 01. 25 WIB. "Suara letusannya memang tidak berturut-turut, ada jeda beberapa menit, kemudian meletus lagi, sampai tiga kali," katanya menambahkan.

Saat mendengar letusan, Mumut langsung membangunkan suami dan anak-anaknya yang sedang tertidur lelap.

"Saya sekeluarga sempat, berniat mengungsi, tetapi kata suami, letusan Krakatau tidak membahayakan warga Anyer, karena jaraknya jauh," katanya.

Senada diungkapkan salah seorang nelayan Paku, Anyer, Sarmidi. Menurut dia, letusan yang berasal dari krakatau sangat jelas terdengar di telinganya.

"Saya langsung bangun, saat mendengar letusan itu, dan sampai sekarang kami masih was-was, takut ada tsunami," katanya menambahkan.

Sebenarnya masih menurut Sarmidi, ia beserta istri dan tiga orang anaknya ingin pulang kampung ke Pekalongan, Jawa Tengah, namun tidak mendapatkan izin dari istrinya.

"Saya sih kepengennya pindah saja ke kampung saya di Jawa, tapi istri saya tidak mengizinkan, karena di kampung sulit makan, jadi lebih baik tinggal sebagai nelayan di Anyer, daripada pulang kampung ke Jawa, tapi susah makan," katanya.

Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Anton S. Pambudi menjelaskan, sampai saat ini status GAK masih level II atau waspada.

"Memang selama ini kegempaan terus meningkat, dan pada hari Jumat lalu jumlah kegempaan mendekati angka 1.000 kali atau persisnya 933 kali, dan ini tidak berbahaya, sepanjang warga tidak mendekat pada jarak radius dua kilometer dari lokasi," kata Anton.(Ant/ICH)

Puluhan Mahasiswa Farmasi Jadi Apoteker di Pengungsian

Puluhan Mahasiswa Farmasi Jadi Apoteker di Pengungsian

Nusantara / Minggu, 14 November 2010 10:56 WIB
Metrotvnews.com, Yogyakarta:  Sebanyak 90 mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menjadi apoteker di posko pengungsian korban bencana erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Mereka tergabung dalam relawan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bersama mahasiswa farmasi dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta," kata Majelis Etik Apoteker Daerah IAI DIY Ipang Djunarko, di Yogyakarta, Minggu (14/11).

Menurut dia, mereka ditempatkan di beberapa posko pengungsian di Kabupaten Sleman, DIY, dan Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali, Jawa Tengah.

"Tim dari universitas itu mengisi waktu di posko kesehatan masing-masing. Mereka dibagi tiga 'shift', yakni pukul 07.00-15.00 WIB, 15.00-23.00 WIB, dan 23.00-07.00 WIB," katanya.

Ia mengatakan IAI membantu posko kesehatan di setiap posko pengungsian. Dalam kegiatannya, IAI melibatkan mahasiswa farmasi dan mahasiswa profesi dari berbagai universitas.

"Mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan itu cukup banyak. Kami mendampingi para mahasiswa untuk belajar menggunakan kompetensinya," katanya.

Menurut dia, saat ini kebutuhan obat-obatan cukup beragam. Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini permintaan obat yang paling banyak adalah jenis obat antidepresan dan obat hipertensi.

"Obat antidepresan kami sangat terbatas, tetapi permintaan jenis obat itu cukup banyak," katanya.

Ia mengatakan sekitar pekan pertama bencana Merapi, jenis obat-obatan yang banyak dibutuhkan posko kesehatan meliputi obat batuk, obat tetes mata, dan obat maag.

"Pada pekan kedua lebih banyak untuk obat capai, obat pegal, dan obat pusing. Selanjutnya, obat untuk penyakit kulit karena fasilitas sanitasi masih kurang di posko pengungsian," katanya.

Seorang relawan mahasiswa, Kartika (20) mengatakan, dirinya memilih menjadi relawan sebagai apoteker untuk membantu kebutuhan obat-obatan pengungsi Merapi ketimbang pulang ke kampung halaman saat libur kuliah.

"Saya membantu sesuai dengan bidang ilmu yang saya tekuni. Saya sudah lima hari di posko pengungsian Stadion Maguwoharjo membantu para pengungsi," kata mahasiswa dari Salatiga, Jawa Tengah, itu.

Selain ikut membantu para pengungsi, menurut mahasiswa semester lima Fakultas Farmasi UGM itu, kegiatan tersebut diharapkan bisa menambah pengalamannya dalam pelayanan obat-obatan sebagai seorang apoteker.(Ant/DSY)

Abu Vulkanik Dijadikan Media Lukisan Penggalangan Dana

Abu Vulkanik Dijadikan Media Lukisan Penggalangan Dana

Nusantara / Minggu, 14 November 2010 13:48 WIB
Metrotvnews.com, Cilacap: Pelukis berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, Chune Yulianto, menjadikan abu vulkanik sebagai media lukisan untuk penggalangan dana bagi korban letusan Gunung Merapi di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

"Saya sengaja membuat lukisan dengan media abu vulkanik dari letusan dahsyat Gunung Merapi. Lukisan ini sekadar untuk mengingatkan kita terhadap kedahsyatan alam dan mengingatkan manusia dari perilaku yang melenceng," katanya di sela-sela pameran lukisan yang digelar di Pendapa Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Ahad (14/11).

Menurut dia, lukisan dari abu vulkanik Gunung Merapi yang mengambil tema serangan "wedhus gembel" ke Kinahrejo itu diselesaikan dalam waktu 2,5 jam.

Ia mengatakan, lukisan dengan pewarnaan alami tanpa campuran cat itu dikerjakan menggunakan tangan.

"Untuk menempelkan abu di kanvas, saya gunakan lem. Kendalanya, tangan saya terasa pedih karena pengerjaannya tanpa bantuan alat," katanya.

Menurut dia, lukisan mengenai "wedhus gembel" tersebut selanjutnya akan dilelang bersama sejumlah lukisan lainnya yang dipamerkan di pendapa kecamatan itu

"Dana yang diperoleh dari pelelangan dan penjualan lukisan lainnya akan kami salurkan untuk membantu para korban letusan Gunung Merapi yang saat ini masih berada di tempat pengungsian," katanya.

Selain menggelar pameran, Chune Yulianto bersama puluhan pelukis lainnya menggelar aksi melukis "on the spot" (di tempat, red.) dengan objek pergelaran tari "Lengger Banyumasan" di Alun-alun Kroya.

Hasil karya lukisan "on the spot" tersebut juga akan dilelang dan dananya akan disalurkan untuk membantu para pengungsi bencana Merapi. (Ant/RIZ)

21 Ribu Pengungsi Merapi di Klaten mulai Pulang

21 Ribu Pengungsi Merapi di Klaten mulai Pulang

Nusantara / Minggu, 14 November 2010 13:55 WIB
Metrotvnews.com, Klaten: Pengungsi letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini banyak yang pulang. Tercatat sekitar 21 ribu dari 113 ribu pengungsi yang telah meninggalkan barak dalam tiga hari terakhir.

Kepulangan pengungsi itu berangsur-angsur, terutama yang bertempat tinggal di luar zona bahaya. Sebagian besar dari mereka adalah warga Kecamatan Karangnongko dan Manisrenggo.

Seiring dengan aktivitas Merapi yang mulai menurun, meski status masih level awas, pos-pos pengungsian di wilayah kecamatan mulai sepi. Demikian juga di lima posko utama di Klaten.

"Kebanyakan yang sudah kembali pengungsi mandiri. Mereka selama ini tinggal tersebar di rumah keluarga atau kerabat dekat," kata Koordinator Posko Pengungsi Satlak PB Klaten Joko Rukminto.

Pengungsi yang telah meninggalkan barak dalam tiga hari terakhir mencapai 21 ribu jiwa. Ahad (14/11) jumlah pengungsi yang masih berada di titik-titik pengungsian tinggal 92 ribu jiwa. (JS/X-11)

Kasus Gayus bisa Jadi Pintu Masuk KPK

Kasus Gayus bisa Jadi Pintu Masuk KPK

Hukum & Kriminal / Sabtu, 13 November 2010 16:27 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat hukum dari Universitas Gajahmada Yogyakarta Zailnal Arifin Mochtar mengatakan, kasus bebasnya Gayus Halomoan Tambunan dari rumah tahanan Mako Brimob Depok, Jawa Barat, hendaknya menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar praktik dugaan korupsi di institusi Polri.

"Bebasnya Gayus Halomonan Tambunan hingga bisa berada di Bali tentunya tidak bebas begitu saja," kata Zainal Arifin Mochtar, usai diskusi "Jaksa Agung Dalam Kandungan" di Jakarta, Sabtu (13/11). Zainal mensinyalir, bebasnya Gayus dari rumah tahanan di Mako Brimob, Depok, karena adanya praktik "suap-menyuap" dengan petugas di rumah tahanan tersebut.

Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajahmada Yogyakarta ini menilai, kasus bebasnya tahanan dari rumah tahanan tidak hanya terjadi pada Gayus Halomoan Tambunan, tapi juga pada tahanan lainnya. "Dengan momentum kasus bebasnya Gayus dari rumah tahanan hendaknya KPK bisa membongkar kasus korupsi dan praktik mafia hukum di lembaga Polri," katanya.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, belum saatnya KPK mengambilalih kasus bebasnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Menurut Mahfud, masyarakat hendaknya memberikan kepercayaan lebih dulu kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo yang baru menduduki jabatannya untuk menyelesaikan kasus Gayus tersebut.

"Saya menaruh harapan pada Pak Timur Pradopo untuk menyelesaikan kasus Gayus," kata Mahfud. Menurut dia, diberikannya sanksi kepada sembilan oranng petugas di rumah tahanan di Mako Brimob Depok, menunjukkan Timur Pradopo sudah bertindak tegas dan cepat.

Mahfud meminta kepada Timur Pradopo tidak berhenti hanya sampai di situ. Timur harus membongkar jaringan mafia hukum yang membebaskan tahanan dari rumah tahanan hingga keakar-akarnya. "Kasusnya bebasnya tahanan dari rumah tahanan seperti kasus Gayus Tambunan sudah menjadi fenomena umum di Indonesia," katanya.

Jaringan mafia hukum tersebut, menurut dia, bukan hanya sebatas Gayus dengan penjaga rumah tahanan di Mako Brimob saja, tapi dia menduga lebih luas dari itu. Jaringan mafia hukum di lembaga Polri harus dibongkar agar lembaga Polri bisa menegakkan supremasi hukum secara benar. Mahfud menaruh harapan besar kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk bisa membongkar jaringan mafia hukum di lembaga yang dipimpinnya.(Ant/DOR)

Rabu, 10 November 2010

Magma di Perut Gunung merapi

Magma di perut Merapi perlu dicermati

Kamis, 11/11/2010 07:10:57 WIB
Oleh: Antara
YOGYAKARTA: Letusan Gunung Merapi yang terus menerus sulit diprediksi. Namun, yang perlu dilakukan adalah mencermati magma yang terkandung di dalam perut gunung ini.

"Langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah memperkirakan magma yang masih terkandung di perut bumi, khususnya di dalam perut Gunung Merapi," kata ahli vulkanologi dari Universitas Kyoto, Jepang Masato Iguchi, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, masalah seperti ini sering ditemui di berbagai letusan gunung berapi lainnya, bukan hanya Gunung Merapi. "Oleh karena itu, ke depan yang juga perlu dicermati adalah kondisi magma di perut Merapi," kata Iguchi di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.

Meski demikian, ia memuji langkah yang diambil Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karena mampu melakukan prediksi cukup tepat sebelum terjadi letusan pada 26 Oktober 2010, dimana sehari sebelumnya PVMBG memutuskan menaikkan status aktivitas Merapi dari "siaga" menjadi "awas".

"Merupakan langkah tepat dari PVMBG yang menaikkan status menjadi `awas`," kata dia yang berencana membantu memantau letusan gunung di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini.

Selain Iguchi, akan ada satu doktor ahli di bidang penyakit saluran pernapasan yang akan ikut membantu menangani penyakit saluran pernapasan akut (ISPA) warga yang menjadi korban Merapi. Mayoritas para pengungsi di tempat-tempat pengungsian kini terkena ISPA.

Sejumlah ahli vulkanologi dari dalam dan luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Prancis, dan Indonesia sendiri akan membantu pelaksanaan pemantauan Merapi, karena gunung itu merupakan laboratorium alam yang terbuka bagi siapa pun.

Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 dan 5 November 2010 meletus, sehingga menyebabkan 106 warga yang berada di kawasan gunung teraktif di Indonesia dan bahkan termasuk paling aktif di dunia itu, tewas.

Sedangkan korban yang mengalami luka bakar yang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakarta sebanyak 26 orang, dan korban nonluka bakar 57 orang. Total korban terluka yang masih dirawat di rumah sakit ini sebanyak 83 orang.

Tim Forensik RS Dr Sardjito dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil melakukan identifikasi 49 korban yang meninggal dunia akibat letusan Merapi yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sementara itu, di pos antemortem DVI Polda DIY sejak Jumat (5/11) menerima laporan mengenai 233 orang hilang. Jumlah korban yang meninggal dunia akibat bencana letusan gunung ini kemungkinan masih akan terus bertambah, karena TNI bersama relawan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Tetap waspada

Intensitas erupsi Merapi, Rabu, menurun, namun masih mengeluarkan suara gemuruh, sehingga warga diminta tetap waspada.

Keterangan dari Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan data tersebut merupakan pemantauan sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Dalam pemantauan selama enam jam itu tercatat ada dua kali gempa vulkanik, guguran lima kali, dan tremor yang terjadi beruntun, sedangkan gempa "multiphase" (MP) atau gempa permukaan, "low frequency", awan panas, dan gempa tektonik tidak ada catatan.

Pada 9 November 2010 ada tujuh kali gempa vulkanik, empat kali gempa low frequncies, 35 kali guguran, dua kali awan panas, dan dua kali gempa tektonik, namun tidak ada catatan gempa MP.

Berdasarkan laporan dari pos pengamatan Gunung Merapi di Ketep menyebutkan sejak dini hari hingga Rabu pagi secara visual Merapi terlihat jelas. Asap Merapi condong ke barat dengan ketinggian 500 meter pada pukul 01.07 WIB. Ketinggian asap meningkat menjadi 800 meter pada pukul 03.58 WIB.

Asap putih kecokelatan yang mengarah ke barat laut tampak pada pukul 05.06 WIB. Suara gemuruh yang kemarin intensitasnya keras-sedang, Rabuintensitasnya sedang-lemah. Pengamat mendengar gemuruh Merapi pada pukul 00.15 WIB, pukul 01.07 WIB, dan pukul 03.58 WIB.

Teramati pula endapan lahar di semua sungai yang berhulu di puncak Merapi dari arah tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut yang meliputi Kali Woro, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog dan Kali Krasak.

Aktivitas kegempaan dan gemuruh menunjukkan aktivitas gunung ini masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, status aktivitas Merapi belum diturunkan, atau tetap pada tingkat "awas". Ancaman bahaya gunung ini masih berupa awan panas dan lahar.

Masyarakat diminta tetap menjaga jarak aman 20 kilometer dari puncak Merapi. Masyarakat juga diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar dengan mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas gunung ini. Warga diimbau tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan PVMBG.

Kepala PVMBG Badan Geologi Surono mengatakan ancaman awan panas dan lahar dingin Merapi masih ada, sehingga masyarakat harus tetap menjauhi kawasan rawan bencana (KRB).

"Pada dasarnya subjek dalam mitigasi bencana yang terpenting adalah sikap kooperatif masyarakat," katanya saat memaparkan kondisi terkini Gunung Merapi di hadapan rombongan Komisi VIII DPR yang dipimpin Abdul Kadir Karding, di Kepatihan Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, meskipun intensitas letusan Merapi mulai menurun, aktivitasnya masih tinggi. Aktivitas Merapi sampai saat ini masih dinyatakan dalam status "awas", dan radius aman masih dalam jarak di luar 20 kilometer dari puncak gunung.

"Kami masih sulit memprediksi sampai kapan energi dan tekanan dari dalam Merapi akan berakhir. Merapi masih sangat fluktuatif, kadang letusannya membesar, kemudian mengecil," katanya.

Ia mengatakan, hal tersebut seperti yang terjadi pada 3-8 November 2010, dengan letusan terbesar pada 5 November.

Namun demikian, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan itu merupakan puncak letusan Merapi. "Meskipun letusan Merapi yang terjadi saat ini pada ketinggian antara 500 hingga 1.000 meter, atau maksimal 2.000 meter, energi dan tekanan magma di perut Merapi masih cukup besar," katanya.

Menurut dia, keluaran awan panas saat ini kurang dari tiga menit, tetapi jarak luncurnya bisa sangat jauh. Dulu dalam waktu tujuh menit jarak luncurnya kurang dari 2-3 kilometer, tetapi sekarang dalam waktu yang sama jaraknya lebih jauh.

"Awan panas di Kali Gendol sudah sampai sejauh 15 kilometer, karena jalannya sudah sangat mulus seperti jalan tol. Jadi, jika ada awan panas, luncurannya bisa lebih jauh lagi," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat termasuk relawan untuk mengutamakan keselamatan dan tidak mendekati daerah rawan, bahkan dengan alasan penyisiran dan evakuasi jenazah korban.

"Meskipun sulit dilakukan, saya memberikan rekomendasi kepada para relawan yang melakukan penyisiran di daerah rawan untuk bisa mengutamakan keselamatannya, karena setiap saat awan panas bisa muncul," katanya.

Tak beri kontribusi

Ketua Komisi IX DPR dr Ribka Tjiptaning menilai selama hampir seminggu berada di Yogyakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum memberikan kontribusi dalam penanggulangan bencana letusan Merapi. "Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pergi saja dari daerah bencana ini," katanya, di Stadion Maguwoharjo, Rabu.

Menurut dia, pemerintah daerah sudah mampu mengatasi bencana Merapi, dan keberaadaan BNPB justru semakin membuat kebijakan menjadi terlalu formal dan birokratis.

"Pemerintah daerah saat ini lebih tahu apa yang terjadi dan harus bagaimana. Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki sistem yang baik untuk mengatasi bencana ini, keberadaan BNPB justru memperlambat dalam menangani bencana," katanya.

Ia mengatakan pemerintah sendiri sudah memberikan tambahan dana sebesar Rp200 miliar kepada BNPB untuk menangani Merapi. "Namun, sampai saat ini belum sepeserpun yang dialokasikan ke pemerintah daerah. Saya kira dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pindah kantor ke Yogyakarta, persoalan jadi lebih mudah. Namun, kenyataannya kok semakin rumit," katanya.

Untuk itu, agar lebih tepat sasaran, maka serahkan saja persoalan ini kepada pemerintah daerah, karena mereka juga kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. "Pemerintah daerah itu hanya butuh sokongan dana," katanya.

Ribka mengatakan, pihaknya juga mempersoalkan operasional BNPB saat berada di Yogyakarta. "Mereka tidurnya di hotel, dari pada anggaran habis untuk operasional, lebih baik langsung saja berikan ke pemerintah daerah," katanya.

Ia mengatakan BNPB sendiri juga tidak memiliki data akurat mengenai pengungsi yang dapat berdampak serius bagi mereka. "Saat ini barak-barak pengungsi menyebar kemana-mana, BNPB apakah memiliki data itu? Itu hanya pemda yang tahu secara detail," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sleman, DIY, Rendradi Suprihandoko menambahkan belum ada kontribusi serta nilai tambah selama BNPB ada di daerah bencana. "Semua justru semakin lambat karena sangat birokratis dan formal," katanya.

BNPB sebaiknya jadi kementerian

Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebaiknya dijadikan Kementerian Penanggulangan Bencana, karena wilayah Indonesia rawan bencana.

"Pemerintah sudah saatnya memikirkan pembentukan Kementerian Penanggulangan Bencana yang mempunyai garis instruksi sampai ke bawah," katanya usai mendengarkan paparan mengenai kondisi terkini Gunung Merapi, di Kepatihan Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan Kementerian Penanggulangan Bencana perlu dibentuk, karena BNPB terkesan berdiri sendiri, dan tidak mempunyai "kaki" hingga ke bawah.

Kondisi itu, menurut dia menyebabkan koordinasi dalam penanggulangan bencana sering berjalan lambat, peralatan pendukung tidak ada, personel kurang, dan garis instruksi tidak jelas.

"Hal itu mengakibatkan kita sulit menanggulangi bencana secara cepat. Oleh karena itu, perlu dibentuk Kementerian Penanggulangan Bencana yang diharapkan dapat melaksanakan tugas itu secara cepat dan baik," katanya.

Selain itu, menurut dia, anggaran untuk penanggulangan bencana juga perlu dinaikkan, sehingga dapat "bergerak" lebih cepat dan baik. Anggaran untuk penanggulangan bencana idealnya Rp10 triliun.

"Anggaran sebesar itu digunakan untuk mitigasi bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana," kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia mengatakan dalam masa tanggap darurat bencana Gunung Merapi di DIY dan Jateng, pemerintah daerah perlu memperhatikan dan mengawasi kesehatan puluhan ribu pengungsi yang telah menghuni tempat penampungan selama hampir dua pekan.

"Pemerintah daerah juga diminta memiliki posko pendataan pengungsi agar pemenuhan kebutuhan di setiap tempat penampungan dapat segera dipenuhi," katanya.

Lumpuhkan perekonomian

Bencana letusan Gunung Merapi menyebabkan perekonomian di tiga kecamatan di Kabupaten Sleman, DIY, lumpuh total, sehingga menyebabkan kerugian besar.

"Tiga kecamatan yang rusak paling parah yaitu Turi, Pakem, dan Cangkringan. Perekonomian di tiga kecamatan itu kini lumpuh total, karena ratusan industri saat ini tidak bisa berproduksi," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman Pranowo, di Sleman, Rabu.

Menurut dia, jumlah kerugian akibat tidak beroperasinya sejumlah industri yang berada di ketiga kecamatan tersebut hingga kini belum diketahui. Kemungkinan mencapai puluhan miliar rupiah

"Perkiraan kami kerugiaan mencapai puluhan miliar rupiah, karena industri-industri yang berada di radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi sudah tidak bisa produksi. Kami masih melakukan inventarisasi dan akan mendata kerugian," katanya.

Ia mengatakan inventarisasi tersebut meliputi bahan baku industri, stok barang, dan peralatan produksi. "Setelah inventarisasi selesai kami akan melaporkan ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk dimintakan bantuan ke pemerintah pusat, terutama untuk alat-alat industri yang rusak saja. Kalau tidak, nanti hanya akan mendapatkan bahan baku dan stok barang," katanya.

Pranowo mengatakan dari pendataan Disperindagkop Sleman di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk Kecamatan Cangkringan di Umbulharjo ada 110 industri dengan nilai produsksi Rp6,87 miliar, Kepuharjo ada 79 industri dengan nilai produksi Rp6 miliar. Kemudian Umbulharjo 110 industri dengan nilai produski Rp7 miliar dan Glagaharjo 102 industri dengan nilai produski Rp7,5 miliar.

Sementara itu, untuk Kecamatan Turi ada 281 indutri dengan nilai produksi Rp14,8 miliar dan Pakem ada 109 industri dengan nilai produksi Rp6 miliar, katanya.

Kalangan pengungsi di tempat pengungsian yang mempunyai sapi mati akibat letusan awan panas Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, DIY, meminta pemerintah segera merealisasikan janji penggantian sapi milik mereka.

"Kami senang ada kabar pemerintah berjanji mau mengganti sapi milik warga yang menjadi korban letusan awan panas Gunung Merapi. Namun ini hingga kini pendataan belum ada," kata Sarjono (51), warga Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang mengungsi di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu.

Ia mengatakan lebih dari 450 ekor sapi di desanya mati akibat letusan awan panas gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sapi milik warga semua mati terekan awan panas erupsi Merapi. Kami minta pendataan melibatkan kepala dusun agar data yang diperoleh akurat," katanya.

Sarjono mengaku meskipun harga pembelian sapi yang ditetapkan pemerintah lebih rendah dari harga pasaran, maka semua warga dipastikan bersedia menerima tawaran pemerintah. "Warga menerima tawaran pemerintah daripada sama sekali tidak diganti. Kalau nanti Merapi sudah tenang dan warga kembali ke desa bisa untuk memulai ternak sapi lagi nanti kalau," katanya.

Warga di pengungsian mengatakan kisaran harga di pasaran untuk sapi perah dewasa yang produktif berkisar antara Rp 15,5 juta hingga Rp 17,5 juta. Namun pemerintah berencana membeli sapi perah warga seharga Rp 10 juta per ekor, sedangkan penggantian sapi mati diberikan sama seperti membeli sapi hidup.

Namun, mayoritas pengungsi yang sapinya masih hidup berpikir ulang untuk menjual ke pemerintah karena harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar karena sapi pedaging, misalnya, pemerintah mengalokasikan Rp20.000 per kilogram daging dari harga pasaran yang bisa mencapai Rp50.000 per kilogram. Harga tersebut bisa semakin naik menjelang Hari Raya Idul Adha.

Peternak lain dari Dusun Kepuharjo Salijo (53) mengharapkan pemerintah bisa mengganti delapan sapi perahnya yang mati akibat terjangan awan panas. "Sapi perah bisa menghasilkan 25 liter hingga 35 liter susu per hari dengan harga per liter susu sapi segar Rp3.000," katanya.

Dengan adanya rencana pemerintah akan mengganti sapi korban letusan awan panas Merapi, katanya, bisa membuat warga korban Merapi di tempat pengungsian menjadi tenang "Warga akan tenang dan tidak mikir lagi sapi-sapinya yang mati karena membeli sapi itu juga hasil dari kredit," katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah akan membeli semua ternak warga lereng Merapi yang berada di radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Pemerintah menentukan harga sapi milik warga korban bencana erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor.

Penentuan harga sapi hidup itu berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya jenis kelamin dan ukuran. Jika para pemilik sapi bersedia, maka pemerintah akan membelinya.

94.615 pengungsi

Pengungsi bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman sampai 9 November 2010 pukul 19.00 WIB tercatat sebanyak 94.615 orang yang menyebar hingga ke wilayah kabupaten/Kota tetangga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Di wilayah Sleman sendiri tercatat 80.155 orang, dan di luar wilayah Kabupaten Sleman tetapi masih di Provinsi Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) sebanyak 14.460 rang," kata Komandan Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Sleman Widi Sutikno, Rabu.

Menurut dia, dari ratusan titik lokasi pengungsi di Sleman terdapat empat titik pengelolaan pengungsi terbesar yakni Stadion Maguwoharjo dengan Ketua Pengelola Camat Pakem Budiharjo, Gedung Youth Center di Kecamatan Mlati dengan Ketua Pengelola Kepala Bagian Pemerintahan Desa Joko Supriyanto, GOR Sleman dengan Ketua Pengelola Kabag Administrasi dan Pengendalian Pembangunan Agung Armawanta serta Masjid Agung Sleman dan sekitarnya dengan Ketua Pengelola Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jazim Sumirat.

"Di luar keempat tempat tersebut, semua camat di 14 kecamatan di luar tiga wilayah bencana yakni Turi, Pakem dan Cangkringan menjadi ketua pengelola pengungsi di wilayah masing-masing," katanya.

Ia mengatakan para ketua pengelola tempat pengungsian tersebut bertanggung jawab atas pelaksanaan koordinasi dan pengendalian tempat pengungsi yang di dalamnya menyangkut sarana prasarana, kesehatan, relawan dan dapur umum.

"Pengungsi dari warga Sleman yang berada di luar wilayah Kabupaten Sleman diketuai Dwi Supriyanto yang bertugas memantau pengungsi, tempat pengungsian, data pengungsi, serta kebutuhan logistik, sarana dan prasarana dan kesehatan pengungsi serta mengkoordinasikan penanganan pengungsi dengan Pemerintah Provinsi DIY, pemerintah kabupaten/kota setempat dan tempat pengungsian,` katanya.

Widi mengatakan mekanisme penyaluran logistik dan bantuan kepada pengungsi, dari posko utama di stadion Maguwoharjo dan gudang logistik di gedung eks STM Dikpora Tridadi Sleman, akan dilakukan oleh para ketua pengelola tempat pengungsian.

"Para pengelolala titik-titik pengungsian yang menyebar di beberapa tempat seperti kampus, masjid, rumah penduduk yang memerlukan bantuan dimohon berkoordinasi dengan kepala desa setempat yang akan diakomodasi para pengelola tempat pengungsian," katanya.

Menurut dia, mekanisme ini diperlukan untuk memperlancar pelayanan baik bidang kesehatan, sarana prasarana maupun logistik dan sekaligus untuk pengendalian dari kemungkinan pemanfaatan oleh oknum yang tidak betanggung jawab.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman berencana membuat "shelter" untuk para pengungsi korban bencana erupsi Gunung Merapi yang rumahnya rusak dan tidak dapat dihuni lagi.

"Rencana pembuatan `shelter` untuk para pengungsi korban Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), saat ini masih dalam tahap pembahasan," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia usai menerima kunjungan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipimpin Abdul Kadir Karding, pembahasan itu menyangkut lokasi, jumlah, dan anggaran untuk pembuatan "shelter".

"Lokasi pembuatan `shelter` akan dibicarakan dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta untuk menentukan zona yang aman dari luncuran awan panas," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan pembuatan "shelter" untuk pengungsi Merapi itu seperti yang dilakukan di Kabupaten Bantul, DIY, ketika terjadi gempa bumi pada 2006.

"Hal itu dimaksudkan agar pengungsi korban Merapi yang tidak mempunyai rumah lagi dapat tinggal di `shelter` sambil menunggu hasil pendataan tanah hunian di kawasan Merapi dinyatakan masih bisa dihuni sebagai tempat tinggal atau tidak," katanya.

Ia mengatakan pada tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan dibuat 345 "shelter" bagi warga Kinahrejo dan Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jumlah itu kemungkinan bertambah, karena masih ada yang belum terdata.

"Kami masih menunggu pelaksanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana erupsi Merapi itu dimulai. Apalagi, saat ini belum ditentukan apakah warga di kawasan rawan bencana III jadi direlokasi atau tidak," katanya.

Pendampingan 2.030 anak pengungsi

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta baru bisa melakukan pendampingan sebanyak 2.030 anak usia dini di 20 lokasi pengungsian korban letusan Gunung Merapi.

"Kami hingga kini baru bisa mendampingi 2.030 anak usia dini. Jumlahnya belum bisa lebih dari itu karena lokasinya tersebar," kata Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta Endra Santoso, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah tempat dan terletak cukup jauh menjadi kendala dalam memberi pendampingan anak usia dini yang berada di pengungsian.

Ia mengatakan, jumlah pendamping dari Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) yang diterjunkan ke pengungsian hingga kini baru 160 orang, namun diupayakan ada tambahan tenaga sehingga lokasi pendampingan bisa semakin banyak.

"Kami juga akan berupaya meminta tambahan alat peraga edukatif ke pemerintah pusat untuk diberikan kepada anak-anak usia dini di tempat pengungsian agar mereka bisa belajar. Kami masih membutuhkan alat peraga edukatif yang banyak," katanya.

Ia memperkirakan ada sebanyak 16.000 siswa pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, dans ekolah dasar yang terpaksa hidup di pengungsian akibat letusan gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Disdikpora mencoba bekerja sama dengan berbagai pihak agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan pendidikan meskipun berada di pengungsian, katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan data, jumlah siswa pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak mencapai 3.095 orang, sedangkan siswa usia sekolah dasar mencapai 13.080 orang.

Ia mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Himpaudi untuk memberikan pendidikan, melakukan permainan edukatif, dan bimbingan psikologis kepada anak-anak usia dini dan taman kanak-kanak.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan ada sebanyak 16.000 siswa pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar yang terpaksa hidup di pengungsian akibat letusan Gunung Merapi.

"Kami mencoba berkerja sama dengan berbagai pihak agar anak-anak tersebut tetap mendapatkan pendidikan meskipun berada di pengungsian," kata Koordinator Penanggulangan Bencana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Sri Widayati di Yogyakarta, Rabu.

Menurut data dari Dinas Dikpora DIY jumlah siswa pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak mencapai 3.095 orang, sedangkan siswa usia sekolah dasar mencapai 13.080 orang.

Ia mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) untuk memberikan pendidikan, melakukan permainan edukatif dan bimbingan psikologis kepada anak-anak usia dini dan taman kanak-kanak.

Khusus untuk anak sekolah dasar, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di kota dan kabupaten di DIY agar bisa menampung anak-anak usia sekolah yang berada di pengungsian.

"Anak-anak sekolah tersebut diharapkan dapat bersekolah di sekolah terdekat dengan tempat pengungsiannya. Kota dan kabupaten lain menyatakan sudah siap," katanya.

Selain itu, di pengungsian juga terdapat 296 siswa sekolah luar biasa, baik yang mengalami cacat fisik maupun mental.

Bagi siswa yang mengalami cacat fisik, lanjut dia, dapat bergabung dengan SLB terdekat namun bagi siswa dengan keterbelakangan mental akan diupayakan guru pendamping.

Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Dikpora DIY Endra Santosa mengatakan baru bisa melakukan pendampingan anak usia dini di 20 lokasi pengungsian dan melayani 2.030 anak usia dini.

Lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah tempat dan terletak cukup jauh menjadi kendala dalam pendampingan anak usia dini. "Jumlah pendamping dari Himpaudi yang diterjunkan ke pengungsian ada sekitar 160 orang, tetapi diupayakan ada tambahan tenaga sehingga lokasi pendampingan bisa semakin banyak," katanya yang akan berupaya meminta tambahan alat peraga edukatif ke pemerintah pusat. (msw)