| Satu Hari Setelah Dibebaskan ; Suu Kyi Tuntut Pembicaraan Langsung dengan Junta | | | |
Yangon, (Analisa). Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi mengacungkan spanduk setelah memberi keterangan pers pertama sejak ia dibebaskan dari tahanan rumah di Yangon, Myanmar, Minggu (14/11).
Pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, yang dibebaskan dari tujuh tahun tahanan rumah, menegaskan di depan ribuan pendukungnya menuntut berbicara langsung dengan pemimpin junta militer.
Dikelilingi pendukungnya yang bersorak sorai gegap gempita, Minggu (14/11), Suu Kyi mengatakan ia akan terus berjuang bagi hak azasi manusia (HAM) dan menyerukan bagi diadakan pembicaraan empat mata dengan pemimpin junta tersebut.
Suu Kyi berpidato di depan 5.000 orang yang memadati r kantor pusat partai politiknya yang tidak terpelihara, persinggahan pertama bagi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian setelah meninggalkan kediamannya di tepi danau yang menjadi tempat tahanannya.
"Saya meyakini akan HAM dan saya meyakini pemerintahan berdasarkan hukum. Saya senantiasa akan berjuang bagi hal-hal ini," katanya. "Saya ingin bekerjasama dengan semua kekuatan demokratik dan saya memerlukan dukungan rakyat."
Suu Kyi, 65 tahun menjelaskan kepada para wartawan pesannya kepada pemimpin junta Jenderal Than Shwe adalah, " Mari berbicara satu sama lainnya langsung." Kedua pemimpin itu terakhir bertemu dalam pembicaraan rahasia pada 2002 atas dorongan PBB.
"Saya berjuang demi rekonsiliasi nasional. Saya berjuang demi dialog. Apapun wewenang yang saya miliki, saya akan menggunakannya hingga akhir. Saya berharap rakyat akan mendukung saya," katanya.
Ikon demokrasi Myanmar itu dibebaskan dari tahanan rumahnya hari Sabtu (13/11), saat para pendukungnya menunggu di luar rumahnya berharap akan kemunculan idola mereka.
Kerumunan pendukung bersorak dan mulai bergerak maju ketika polisi mulai memindahkan barikade di sekitar rumah tahanannya tempat ia dipenjarakan oleh junta militer selama hampir dua dekade terakhir.
Pejabat yang berwenang masuk ke rumah untuk membacakan perintah pembebasannya dari tahanan rumah, kata seorang pejabat pemerintah.
"Ia bebas sekarang," kata pejabat yang tidak ingin namanya diungkapkan.
Lebih dari 1.000 orang berkumpul di luar rumah tersebut, berharap dapat melihat pemimpin berusia 65 tahun yang dipanggil oleh para pendukungnya sebagai "The Lady".
Meski ia telah disingkirkan dan dibungkam oleh junta -- dan pernah dibebaskan selama beberapa saat untuk akhirnya kembali ditahan-- bagi banyak warga di negara miskin tersebut, Suu Kyi masih menjadi lambang harapan masa depan yang lebih baik.
Meski berisiko untuk menentang rezim militer yang berkuasa di negara yang memiliki lebih dari 2.200 tahanan politik tersebut, banyak pendukungnya mengenakan kaos bergambar wajahnya dan bertuliskan "Kami mendukung Aung San Suu Kyi."
Polisi dalam penyamaran mendokumentasikan dan memfilmkan kerumunan massa itu.
Pejuang paling terkenal di Myanmar tersebut telah menjalani tahanan rumah sejak 2003.
Penahanannya diperpanjang tahun lalu setelah insiden ganjil saat seorang laki-laki berkebangsaan Amerika berenang ke rumah tepi danaunya, menimbulkan kecaman internasional dan membuatnya tidak dapat mengikuti pemilu pertama dalam 20 tahun terakhir.
Lambang demokrasi tersebut memimpin kemenangan partainya dalam pemilu dua dasawarsa lalu namun tidak pernah dibolehkan untuk menduduki kekuasaan. (AP/hr/Ant/AFP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar