Puluhan Mahasiswa Farmasi Jadi Apoteker di Pengungsian
Nusantara / Minggu, 14 November 2010 10:56 WIB
"Mereka tergabung dalam relawan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bersama mahasiswa farmasi dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta," kata Majelis Etik Apoteker Daerah IAI DIY Ipang Djunarko, di Yogyakarta, Minggu (14/11).
Menurut dia, mereka ditempatkan di beberapa posko pengungsian di Kabupaten Sleman, DIY, dan Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali, Jawa Tengah.
"Tim dari universitas itu mengisi waktu di posko kesehatan masing-masing. Mereka dibagi tiga 'shift', yakni pukul 07.00-15.00 WIB, 15.00-23.00 WIB, dan 23.00-07.00 WIB," katanya.
Ia mengatakan IAI membantu posko kesehatan di setiap posko pengungsian. Dalam kegiatannya, IAI melibatkan mahasiswa farmasi dan mahasiswa profesi dari berbagai universitas.
"Mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan itu cukup banyak. Kami mendampingi para mahasiswa untuk belajar menggunakan kompetensinya," katanya.
Menurut dia, saat ini kebutuhan obat-obatan cukup beragam. Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini permintaan obat yang paling banyak adalah jenis obat antidepresan dan obat hipertensi.
"Obat antidepresan kami sangat terbatas, tetapi permintaan jenis obat itu cukup banyak," katanya.
Ia mengatakan sekitar pekan pertama bencana Merapi, jenis obat-obatan yang banyak dibutuhkan posko kesehatan meliputi obat batuk, obat tetes mata, dan obat maag.
"Pada pekan kedua lebih banyak untuk obat capai, obat pegal, dan obat pusing. Selanjutnya, obat untuk penyakit kulit karena fasilitas sanitasi masih kurang di posko pengungsian," katanya.
Seorang relawan mahasiswa, Kartika (20) mengatakan, dirinya memilih menjadi relawan sebagai apoteker untuk membantu kebutuhan obat-obatan pengungsi Merapi ketimbang pulang ke kampung halaman saat libur kuliah.
"Saya membantu sesuai dengan bidang ilmu yang saya tekuni. Saya sudah lima hari di posko pengungsian Stadion Maguwoharjo membantu para pengungsi," kata mahasiswa dari Salatiga, Jawa Tengah, itu.
Selain ikut membantu para pengungsi, menurut mahasiswa semester lima Fakultas Farmasi UGM itu, kegiatan tersebut diharapkan bisa menambah pengalamannya dalam pelayanan obat-obatan sebagai seorang apoteker.(Ant/DSY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar