Anak-Anak Korban Tsunami Mentawai Trauma Berat
Nusantara / Jumat, 29 Oktober 2010 21:45 WIB
"Anak-anak kami sangat trauma dan takut sekali untuk melihat ke laut, karena mengingat peristiwa yang terjadi pada Senin malam," kata petugas Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Sikakap, Mentawai, Arnalia, Jumat (29/10) malam.
Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar pada Senin malam. Korban tewas 408 orang dan korban hilang 303 orang. Bencana ini juga mengakibatkan 270 orang luka berat dan luka ringan 142 orang.
"Anak-anak di pengungsian terlihat trauma berat, bahkan ada yang sewaktu-waktu menjerit-jerit tanpa ada penyebabnya," katanya.
Kondisi itu terjadi bukan saja bagi anak-anak yang masih berada di pengungsian dekat perkampungannya, tetapi juga dialami korban gempa dan tsunami yang sudah dievakuasi ke posko kesehatan di Sikakap.
Ibu-ibu yang masih sempat histeris dan pingsan sampai hari keempat pascagempa dan tsunami itu, karena tak kuasa ditinggal anak dan suaminya yang meninggal akibat gelombang tsunami.
Saat ini kebutuhan yang mendesak bagi korban gempa di pengungsian, yakni tenda, obat-obatan, selimut dan pakaian belita, pakaian dalam wanita serta makanan bayi.
"Bantuan logistik memang sudah ada yang masuk, tetapi masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para pengungsi dan korban bencana tsunami," katanya.(MI/BEY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar