Laxmii N Suchie's blog

Welcome to Laxmii N Suchie's blog

Minggu, 14 November 2010

Pemerintah Akui Ada Keterlambatan 12 Jam Penanganan Mentawai


Pemerintah Akui Ada Keterlambatan 12 Jam Penanganan Mentawai

Sosbud / Sabtu, 30 Oktober 2010 13:28 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam Andi Arief mengakui ada keterlambangan penanganan tanggap darurat bencana tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat, karena kesimpangsiuran informasi.

"Kita tidak memperkirakan akan ada tsunami setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter. Bahkan pada pagi hari itu, kami baru tahu ada tsunami dari media online," kata Andi Arief pada diskusi Penanggulangan Bencana di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/10).

Andi Arief menjelaskan, keterlambatan penanganan tanggap darurat di Mentawai sektar 12 jam pertama terjadi karena pesawat helikopter yang tersedia untuk menjangkau lokasi bencana di Kepulauan Mentawai sangat terbatas.

Menurut Andi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Barat menghubungi dirinya melalui telepon seluler menyatakan kekurangan helikopter untuk menjangkau lokasi bencana di Mentawai. "Menurut petugas BPBD yang menghubungi saya, untuk menjangkau lokasi bencana di Mentawai harus menggunakan helikopter tidak bisa dijangkau menggunakan kapal laut," kata Andi.

Karena itu, kata Andi, pemerintah kehilangan waktu sekitar 12 jam untuk mencari pesawat helikopter yang bisa digunakan ke Mentawai. Menurut Andi, sebetulnya banyak helikopter, yakni milik TNI, Polri, dan satuan reaksi cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tapi helikopter baru bisa digunakan pada Rabu (27/10) pagi setelah dilakukan rapat koordinasi di rumah dinas Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Selasa (26/10) malam sehari sebelumnya.(Ant/DOR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar